Senin, 30 Desember 2013

Lain Dulu Lain Sekarang

   Lahir di tahun 1990an membuatku merasakan kesenangan tersendiri lahir di masa itu. Masih melekat di ingatan dimana ketika masih kurang lebih berumur 5 tahun sering diajak mama ke sebuah warung yang menjual sayur. Dikarnakan pada saat itu belum ada angkutan umum disekitar rumahku dan lokasi pasar cukup jauh,dan jarang sekali penjual sayur diajaklah aku ke penjual sayur. Kita  berjalan kaki menuju warung tersebut yang bisa dibilang cukup jauh. Untuk menuju kesana yang paling membuatku senang adalah kita melewati jembatan kali dan bukit yang masih banyak pepohonan, alang-alang, banyak pohon karet, pohon kecapi dan rambutan. Apalagi kalau pohonnya lagi berbuah, buah kecapinya pada jatuh terkadang aku suka mengambilnya, atau terkadang minta ketika ada seseorang yang sedang memetik buah kecapi dipohonnya.

   Cuaca pada saat itu pun msih sangat sejuk dipagi hari dan siangnya tidak terlalu panas. Mungkin masih banyak pepohonan pada saat itu. Ketika mulai SD pun aku dan kawan-kawan masih sering main dibukit tersebut untuk memetik buah yang kami namakan buah jagoan neon. Entah kenapa kami menamakan pohon tersebut jagoan neon, mungkin karena buahnya kalo dimakan lidah kita berubah menjadi warna merah. Entah sebenarnya buah itu bisa dimakan atau tidak, beruntungnya setelah makan buah tersebut kami tidak keracunan. Hhehe.

    Dulu ketika sewaktu kalas 3 SD juga sering main di sawah didekat rumah nenek, setiap pulang sekolah kami lewat sawah untuk memotong jalan, terkadang mampir di sebuah gubuk ditengah sawah beramai-ramai, berhubung salah satu teman orang tuanya mempunyai lahan di sawah tersebut dan selalu ada disana ketika kami pulang sekolah kami pun mampir disana untuk sekedar memetik buah jambu biji, terkadang kalau libur kami janjian untuk sekedar main disawah memetik singkong dan membakarnya. Bermain ayunan dibawah pohon nangka,bermain karet membantu menanam tumbuhan disawah tersebut dan banyak hal, permainan yang aku dan teman-temanku lakukan disana. Meskipun hal tersebut mungkin dianggap kampung di zaman sekarang ini tetapi menurutku hal tersebut sangat menyenangkan. Tidak hanya menyenangkan mungkin, tetapi bisa merasakan petualangan langsung main dengan teman teman ketimbang sekarang bermain game di gadget atau PS atau computer yang permainannya hanya sendirian satu arah yang komunikasi terhadap teman jadi tidak ada.

    Namun sedihnya sekarang bukit tempat dulu kami bermain sudah mejadi perumahan tidak ada lagi pohon kecapi yang sekarang sulit sekali ditemukan didaerah perkotaan, apalagi pohon karet. Pohon jagoan neonnya pun sudah tidak ada. Sawahnya pun sekarang sudah menjadi tempat pull taksi. dan masih banyak lagi lahan hijau yang luas yang dinagun bangunan mewah. Sangat disayangkan tanah luas yang seharusnya menjadi lahan untuk tanaman-tanaman hijau yang sejuk untuk dilihat, kini menjadi tempat yang banyak dibangun perumahan. Semoga tidak banyak lagi lahan hijau yang dibangun perumahan atau bangunan –bangunan lain yang menyebabkan lahan serap air berkurang yang menyebabkan banjir. Semoga kita semua sadar akan pentingnya ruang terbuka hijau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Design By:
SkinCorner