JAKARTA merupakan tempat yang banyak memiliki
tempat-tempat yang terkenal namun sadarkah anda , ada beberapa nama tempat di
Jakarta yang diambil dari nama buah.
Kemang- Pusat tongkrongan di Jakarta selatn ini
masih sangat asri sekali sebelun tahun 1950. Daerah Kemang ini dulunya kebun
kemang, loh, kadi kemang sendiri itu apa?.
Kemang adalah nama buah yang masih satu family dengan mangga. Biasanya pohon
ini tumbuh didaerah rendah seperti di pinggir sungai. Pohon yang tahan terhadap
genangan air ini banyak ditemui di daerah Sumatara, Kalimantan dan Bogor.
Buah
dari pohon yang aslinya bernama Mangifera
Caesia ini mempunyai wangi yang cukup menyengat. Tapi kita harus hati-hati
untuk memetik buah yang berwarna coklat atau hijau kusam saat sedang panen.Ini
dikarenakan kulit buahnya tipis, sementara buahnya sangat lembut dan berair,dan
biasanya buah ini dijadikan jus atau buah. Segar, karena buah kemang yang
matang mempunyai rasa yang asam manis. Daunnya juga sering dijadikan sebagai
lalapan. Buah kemang tidak dianjurkan dimakan selagi belum matang, Selain
rasanya yang begitu asam , kalau kulit kita terkena gatahnya maka bisa terasa
seperti terbakar.
Gandaria- Letak gandaria bisa dibilang daerah
terpencil di Jakarta selatan, dan dikenal dengan banyaknya tempat fotokopi dan
percetakan. Namun aslinya gandaria adalah nama buah asli dari Sumatra Barat,
semenanjung Malaysia dan Jawa Barat. Pohon yang memepunyai nama latin Bouea Macrophylla ini sekarang temasuk
pohon langka.
Pohon
gandaria bisa tumbuh tinggi sekali sampai 27m. kulit batangnya terlihat
retak-retak dan daunya berbentuk bulat lonjong. Batang pohon gandaria ini
biasanya diolah menjadi papan. Sementara buahnya yang mirip buah mangga mungil
ini bisa dimakan langsung. Bagai mana dengan rasanya? Rasanya manis, segar dan
sedikit berair. Selain itu buah yang matang di bulan Desember-Januari ini juga
bisa dibuat rujak dan penyedap sambal.
Menteng – Nama daerah elit di Jakarta Pusat ini
diambil dari nama pohon buah. Kalau kawasan Menteng dikenal lengkap dengan
fasilitas kotanya, maka pohon menteng dikenal dengan kegunaannya. Buah menteng
atau nama latinnya Baccaurea Dulcis, bisa
tumbuh sampai setinggi 15-25 meter. Kayunya bisa digunakan untuk banguna rumah,
perahu atau mebel. Pada jenis pohon menteng tertentu, sedangkan kulit kayunya
juga bisa digunakan untuk mewarnai sutera menjadi kuning, merah atau
lembayung.Bahkan bisa juga dimanfaatkan untuk menobati mata bengkak. Sementara
itu, buah menteng yang dikenal dengan nama kepudung. Biasanya dimakan lngsug
dan mempunyai rasa asam yang segar, namun jikalau buahnya sedikit tua rasanya
manis. Bentuk buahnya seperti duku atau paling besar seperti bola bekel, dengan
kulit buah yang tebal berwarna kuning (saat matang). Buah yang banyak ditemukan
didaerah Bogor ini umumnya dijadikan stup buah atau diproses menjadi wine. Sementara itu, kulitnya juga bisa
di buat menjadi manisan.
Bintaro – Kalau ada pohon yang tidak bisa dimakan
buahnya, itu pasti pohon bintaro. Buah dari pohon bintaro ini memang tidak bisa
dikonsumsi dikarenakan getahnya yang beracun. Padahal, bentuk buah bintaro ini
mirip buah mangga yang menggiurkan.
Konon karena gatahnya yang beracun inilah maka
pohon buah ini diberi nama latin Carbera
Mangha yang merupakan nama anjing penjaga neraka di mitologi Yunani
(Cerberus). Tapi, bukan berarti pohon ini tidak berguna. Getahnya yang beracun
sering dimanfaatkan sebagai racun serangga, dan setelah dikeringkan terlebih
dahulu buahnya dipakai sebagai sabut pencuci piring.
Pohon
bintaro sendiri sering digunakan untuk penghijauan. Kalu ada proyek tanam 1000
pohon misalnya, pohon bintaro biasanya selalu diikut sertakan. Dikarenakan
pohon ini mempunyai akar yang kuat dan mampu menahan abrasi air laut. Bentuknya
juga kekar, dengan diametermencapai 25 meter dan tinggi 12 meter. Selain itu pohon
bintaro juga tahan terhadap iklim panas.Dengan segala kelebihan ini , pohon
bintaro lebih banyak ditemukan didaerah pantai seperti di Pantai Indah Kapuk,
bukan di kawasan Bintaro itu sendiri.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar