Sabtu, 11 Januari 2014

Contoh cerpen, Unsur Instrinsik

Cerpen ini aku buat ketika aku duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama,tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia. Semoga bisa membantu kalian tuk membuat cerpen.

Pertemanan yang Singkat

            Pagi hari yang cerah, saat tahun ajaran baru dimulai. Kelas baru, suasana baru dan tidak ketinggalan teman baru. Saat aku sedang termenung tiba-tiba seorang perempuan mendekat dan berkata “hai boleh kenalan ngga,? Nama kamu siapa?”. “Umm , boleh kok. Namaku Sheny, nama kamu siapa?. Sepertinya aku tidak pernah melihatmu, kamu anak baru ya?” Tanya ku. “Namaku Sherly, iya aku baru disini. Aku pindahan dari luar Jakarta”. Jawab Sherly. Kami pun asik berbincang mengenai sekolah Sherly yang dulu. 
           
            Aku dan Sherly pun semakin akrab. Kami semakin lebih mengenal satu sama lain. Harus ku akui Sherly adalah teman yang menyenakan, enak diajak berteman, pintar dan pintar, terutama dalam olah raga.

            Suatu ketika diminggu pagi aku dan Sherly bertemu untuk mengerjakan  tugas IPA. Kami memutuskan untuk mengerjakannya dirumah Sherly. Sesampainya dirumah Sherly, dia lansung meninggalkan ku kedalam rumahnya. Tiba-tiba Sherly kluar “ Shen ini minuman dan makanannya, jangan malu-malu ya,” ucap Sherly. “ Iya Sherly terima kasih, duh jadi merepotkan” jawabku.

            Kamipun mulai sibuk mengerjakan tugas IPA tersebut. Tidak terasa waktu berlalu dan tugas kami telah selesai dikerjakan. Sherly “ akhirnya selesai juga ya Shen”. “iya Sher akhirnya kita bisa santai”. “hm iya ya, bagaimana kalau kita bermain bulu tangkis sebelum kamu pulang kerumah?” ujar Sherly.
Sebenarnya saya sedang tidak ingin bermain bulu tangkis, tapi apa boleh buat aku tidak ingin membuatnya sedikit kecewa jika aku menolak ajakkannya. “ayo Shen kita main dilapangan bulu tankis dekat rumahku” ajak Sherly. “baiklah”.

            Akupun mulai menikmati permainan tersebut, saking asyiknya kami bermain kamipun sampai lupa waktu. Tidak terasa waktu telah menunjukan pukul 3 siang. Aku pun berniat untuk berpamitan “ Sher sudah jam 3. Aku pulang ya, takut orang tuaku marah jika aku pulang terlalu sore”. Sherly berkata “ oh ya boleh, kapan-kapan kita bermain bulu tangkis lagi ya Shen.” “ baiklah, kamu tenang saja, jika kita ada waktu luang kita bermain lagi”. Ucapku sambil berpamitan.

            Hari-hari kami lewati besama-sama disekolah. Aku pun mulai nyaman bertemen dengan Sherly. Namun suatu ketika kenyamanan ku berteman dengannya berubabah menjadi perasaan yang sedikit menggangu hati dan fikiranku. Semakin lama aku mengenalnya ternyata Sherly tergolong anak yang egois dan pemarah. Ketik guruku sedang menerangkan pelajaran, Sherly tidak mengerti dan memahami apa yang telah ibu guru jelaskan di depan kelas. Lalu Sherly bertanya kepadaku “ Sheny, kamu mengerti tidak yang tadi ibu guru jelaskan?” . “ aku juga kurang mengerti. Kenapa kamu tidak langsung tanyakan kepada ibu guru saja”. Jawaku. Sherly pun hanya terdiam dam tiba-tiba dia memerahiku dengan kata-kata yang pedas, dan aku pun tersinggung dibuatnya. Padahal aku pun juga tidak tahu.

            Bel istirahat sekolah berbunyi dan semua anak dikelas pergi keluar kelas. Dikelas hanya tinggal aku dan Sherly. Dengan keberanian aku bicara berterus terang kepadanya “ Sherly aku memang tidak mengerti , tapi kamu tidak perlu mengatkan kata-kata yang pedas seperti itu, dan aku tidak suka perkataanmu yang sering menyinggung perasaan orang lain. Jika kamu seperti ini terus kamu akan dijauhi oleh teman-teman”. Namun Sherly terlihat semakin kesal dan marah kepadaku, dan dia langsung pergi meninggalkan ku keluar kelas.

            Keesokan harinya Sherly tidak masuk sekolah. Entah mengapa aku senang tidak tidak masuk sekolah. Namun ternyata itu tidak hanya sehari, Sherly tidak kelihatan selama dua minggu. Aku merasa khawati dan rindu kepadanya. Walaupun hubungan pertemanan kami sedang tidak baik, tapi aku selalu mendokan yang terbaik untuk dia.

            Keesokan harinya aku mendengar kabar kalau sherly telah pindah sekolah. Ketika aku pulang kerumah. Mamaku memberikan suran dan sebuah kado. “Ini dari siapa ma?” Tanyaku dengan bingung. “ Tadi Sherly datang kemari dan menitipkan ini untuk mu. Katanya Sherly akan pinddah sekolah lagi ”. Jawab mama. “terima kasih ma”.
“sama-sama. Kamu shalat dulu abis itu makan ya”. “Baik ma”
            Setelah selesai makan aku pun pergi kekeamar untuk membuka surat yang ditulis oleh Sherly. Sherly menulis dalam suratnya bahwa iya meminta maaf atas perbuatannya itu, dan dia akan belajar untuk merubah sifat egoisnya itu. Ak bersyukur bahwa Sherly bisa menyadari bahwa sifat egoisnya itu tidah baik untuk dirinya sendiri ataupun orang lain. Aku sedikit sedih karena harus kehilangan teman sebangku ku. Aku pun berharap akan bertemu dengannya lagi suatu saat nanti.

v    Unsur Intrinsik

Ø      Tema    : Pertemanan.

Ø      Penokohan       : - Aku (Sheny) : Baik, ramah, dan mudah diajak berteman.
                                - Sherly : Cantik, pintar dan sedikit egois
                                - Mama Sheny : menyampaikan amanat dengan baik,

Ø      Alur      : Mundur, sebab menceritakan kejadian masa lalu.

Ø      Latar    : - Dikelas (. Dikelas hanya tinggal aku dan Sherly. Dengan keberanian aku bicara berterus terang kepadanya aku tidak suka perkataanmu yang sering menyinggung perasaan orang lain.)
                    - Di rumah Sherly (Kami memutuskan untuk mengerjakannya dirumah Sherly. Sesampainya dirumah Sherly,
- Lapangan bulu tangkis (Sebenarnya saya sedang tidak ingin bermain bulu tangkis, tapi apa boleh buat aku tidak ingin membuatnya sedikit kecewa jika aku menolak ajakkannya. “ayo Shen kita main dilapangan bulu tankis dekat rumahku” ajak Sherly. “baiklah”.
- Rumah (Ketika aku pulang kerumah. Mamaku memberikan surat dan sebuah kado.)
- Dikamar (Setelah selesai makan aku pun pergi kekeamar untuk membuka surat yang ditulis oleh Sherly)

Ø      Sudut pandang     : Orang pertama pelaku utama.

Ø      Gaya bahasa        : Bahasa sehari-hari.

Ø      Konflik                : ketika guru sedang menjelaskan dan kami tidak  mengerti.


Ø      Amanat               : janganlah terlalu egois dan pemarah, karena akan menyakiti perasaan orang lain.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Design By:
SkinCorner