Minggu, 12 Januari 2014

Banjir Melanda? Salah Siapa?

            Hujan tak henti mengguyur wilayah Jakarta salah satunya di daerah Cibubur 2 Jakarta Timur. Hujan yang turun sejak pagi ini membuat sebagian wilayah cibubur tergenang banjir. Salah satunya di wilayah jakarta didekat rumahku. Setiap hujan deras wilayah bawah RT. 015 RW.10 selalu kebanjiran dikarnakan letaknya yang bersebelahan dengan kali. Kurang lebih 20 rumah di wilayah bawah tergenang banjir. Aku masih bersyukur karna rumahku tidak terkena banjir karena rumahku diwilyah atas.


            Keluarga yang terkena banjir mengungsi di Mushola di wilayah atas atau dirumah warga yang tidak terkena banjir. Barang-barang warga yang terkena banjir di pindakan ke teras Mushola, sedangkan motor di parkir dilapangan tidak jauh dari Mushola.


            Ketika sekitar pukul 3 sore hujan mulai reda namun ketinggian air sekitar sepinggang orang dewasa, hujan mulai deras kembali ketika menjelang Maghrib dan ketinggian air mulai naik kurang lebih seleher orang dewasa dan air mulai naik ke lapangan tempat parkir motor dan tangga di Mushola.


            Hujan berhenti sekitar pukul 10 malam dan air belum juga surut. Sehingga para warga yang mengungsi belum bisa pulang kerumahnya masing masing. Yang menjadi pertanyaan. Sampai kapan musibah banjir ini berhenti terjadi?


            Pasti semua setuju, kebiasaan buruk manusia yang suka membuang sampah sembarang di tempat umum atau di sungai menjadi salah satu penyebab utama terjadinya banjir. Begitu banyaknya sampah di sunga atau kali selalu menjadi pemandangan umum di Jakarta. Dengan pemandangan yang jelas terlihat oleh masyarakat itu sendiri, harusnya membuat mereka lebih sadar apa yang telah mereka lakukan hingga membuat saluran air atau sungai itu yang seharusnya mengalir dengan lancer, bebas sampah menjadi terhambat akibat banyaknya sampah. Lebih parahnya lagi menyebabkan banjir. Apalagi sekarang banyak daerah resapan air atau taman-taman yang ditumbuhi banyak pohonan sudah menjadi bangunan-bangunan mewah yang daerah resapan airnya semakin sedikit. Mengapa mereka masih tidak sadar dan menambahnya dengan membuang sampah sembarangan?.
            Dimusim penghujan ini sudah banyak berita mengenai banjir. Semoga dengan musibah yang sudah ada membuat masyarakat lebih sadar dan lebih bertanggung jawab dengan membuang sampah pada tempatnya, dan lebih menghargai kebersihan lingkungan. Tidak ada ruginya bukan membuang sampah peda tempatnya, jika tidak ada tempat sampah di dekat kita, kita bisa menyimpan sampah-sampah kecil atau memeganggnya terlebih dahulu sampai menemukan tempat sampah. Bahkan dengan membuang sampah pada tempatnya kita bisa mendapat pahala dan ikut memelihara lingkungan.

Kalau bukan hal kecil tersebut bukan dimulai dari kita sendiri siapa lagi? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Design By:
SkinCorner